Presiden Prancis Emmanuel Macron Awali Kunjungan Asia Tenggara di Vietnam, Bahas Isu Strategis

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 26 Mei 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Dok. Id.ambafrance.org)

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Dok. Id.ambafrance.org)

JAKARTA – Presiden Prancis Emmanuel Macron memulai lawatan diplomatiknya di Asia Tenggara dengan mengunjungi Vietnam sejak Minggu, 25 Mei 2025.

Melalui akun resmi X, Macron menyampaikan komitmennya memperkuat kerja sama di bidang pertahanan, inovasi, energi, dan kebudayaan.

“Kita hadapi tantangan global: Iklim, ekonomi, geopolitik—jawabannya adalah kerja sama,” tulis Macron setelah mendarat di Hanoi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak ia menjabat pada 2017, dan bagian dari upaya memperluas pengaruh Prancis di Asia.

Hubungan Vietnam – Prancis Meningkat Jadi Kemitraan Strategis Komprehensif

Macron dijadwalkan bertemu Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam To Lam dan Presiden Vietnam Luong Cuong selama di Hanoi.

Agenda utama adalah memperkuat status kemitraan strategis komprehensif yang diresmikan Oktober tahun lalu di Paris.

Kunjungan To Lam ke Prancis sebelumnya disambut hangat dengan pembicaraan tingkat tinggi di sektor pendidikan dan teknologi pertahanan.

Vietnam dan Prancis telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1973, dan terus memperluas cakupan kerja sama di berbagai bidang.

Perdagangan dan Ekonomi Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Kedua Negara

Nilai perdagangan bilateral Vietnam dan Prancis tahun lalu mencapai US$5,42 miliar atau setara Rp87,5 triliun.

Selama empat bulan pertama 2025, angkanya sudah menembus US$1,79 miliar atau sekitar Rp28,9 triliun, menunjukkan tren peningkatan.

Prancis saat ini merupakan mitra dagang terbesar kelima Vietnam di Eropa, fokus pada farmasi, penerbangan, dan pertahanan.

Kedua negara juga mengembangkan kerja sama di sektor energi terbarukan dan pengolahan digital industri kecil dan menengah.

Macron Segera Kunjungi Indonesia, Bertemu Presiden Prabowo Subianto

Usai menyelesaikan agenda di Vietnam, Macron akan melanjutkan lawatan ke Jakarta untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, membahas kerja sama pertahanan, keamanan laut, dan transisi energi bersih.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan kunjungan ini penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra utama Uni Eropa di ASEAN.

Selain bilateral, Macron diprediksi juga membahas stabilitas kawasan Indo-Pasifik, khususnya ketegangan di Laut Tiongkok Selatan.

Tiongkok Bayangi ASEAN, Prancis Perkuat Diplomasi Kawasan

Lawatan Macron ini dinilai sebagai langkah strategis Prancis mengimbangi pengaruh Tiongkok di Asia Tenggara.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan kekuatan Indo-Pasifik, Prancis memiliki kepentingan atas kestabilan kawasan ini.

Paris berupaya meneguhkan nilai-nilai demokrasi, kedaulatan laut, dan perdagangan adil di tengah meningkatnya ekspansi Tiongkok.

Beberapa analis menyebut kunjungan Macron juga sebagai sinyal dukungan kepada negara-negara ASEAN menghadapi tekanan geopolitik.

Prancis Dorong Pertukaran Budaya dan Pendidikan di Asia Tenggara

Selain isu ekonomi dan keamanan, Macron juga menggarisbawahi pentingnya pertukaran budaya dan pendidikan antarbangsa.

Prancis menjadi negara tujuan utama pelajar Vietnam dan Indonesia dengan beasiswa penuh untuk riset sains dan teknologi.

Sejumlah kerja sama museum, festival film, dan pelatihan kreatif akan disepakati dalam kunjungan ini sebagai bentuk soft diplomacy.

“Budaya adalah jembatan,” tulis Macron dalam pernyataan resminya, menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat.

Kunjungan Macron Strategis untuk Prancis dan Stabilitas Kawasan ASEAN

Kunjungan Macron ke Asia Tenggara adalah langkah diplomatik strategis mengukuhkan kehadiran Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam konteks meningkatnya pengaruh Tiongkok dan ketegangan geopolitik global, Prancis ingin memastikan keseimbangan regional tetap terjaga.

Bagi Indonesia dan Vietnam, kerja sama ini membuka peluang investasi baru, akses teknologi, dan dukungan internasional dalam isu iklim.

Solusinya adalah memperluas kemitraan setara antara negara ASEAN dan kekuatan dunia seperti Prancis, bukan dominasi blok tertentu.

Sebagai anggota Uni Eropa yang aktif, Prancis bisa menjadi jembatan antara Asia dan Eropa dalam menjawab tantangan abad ke-21.***

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788087815557788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnispost.com dan Ekbisindonesia.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media On24jam.com dan Kilasnews.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Malukuraya.com dan Jakarta.on24jam.com

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Jejak Sejarah Seabad Layanan Dua Masjid Suci Dipamerkan di Jeddah
Erdogan: Serangan Israel Ciptakan Instabilitas, Dunia Harus Bertindak
Madleen Gagal ke Gaza: Mengapa Israel Begitu Brutal Hadapi Misi Kemanusiaan Sekelas Greta Thunberg?
Unjuk Rasa Menolak ICE di Manhattan Ricuh, Polisi Tarik Demonstran dan Lakukan Penahanan
Tiongkok Balas Kenaikan Tarif AS, dengan Naikkan Tarif Tambahan Menjadi 84 Persen untuk Produk Impor AS
Gempa Dahsyat Mengguncang Myanmar, Lebih dari 2.700 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Di Beijing, 2 Pemimpin Negara Anggota ASEAN Brunei dan Thailand Temui Presiden Tiongkok Xi Jinping
Mantan Presiden AS Bill Clinton Dirawat di Georgetown University Medical Center di Washington, Alami Demam

Berita Terkait

Senin, 10 November 2025 - 07:08 WIB

Jejak Sejarah Seabad Layanan Dua Masjid Suci Dipamerkan di Jeddah

Senin, 16 Juni 2025 - 13:07 WIB

Erdogan: Serangan Israel Ciptakan Instabilitas, Dunia Harus Bertindak

Jumat, 13 Juni 2025 - 14:33 WIB

Madleen Gagal ke Gaza: Mengapa Israel Begitu Brutal Hadapi Misi Kemanusiaan Sekelas Greta Thunberg?

Selasa, 10 Juni 2025 - 13:48 WIB

Unjuk Rasa Menolak ICE di Manhattan Ricuh, Polisi Tarik Demonstran dan Lakukan Penahanan

Senin, 26 Mei 2025 - 17:01 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron Awali Kunjungan Asia Tenggara di Vietnam, Bahas Isu Strategis

Berita Terbaru