Andrea van Diemen: Dari Indonesia, Menemukan Diri Melalui Seni di Australia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Andrea van Diemen, seorang seniwati asal Indonesia yang kini menetap di Adelaide, Australia. (Dok. Andrea van Diemen)

Andrea van Diemen, seorang seniwati asal Indonesia yang kini menetap di Adelaide, Australia. (Dok. Andrea van Diemen)

HELLO.ID — Perjalanan seorang seniman tidak selalu tentang seberapa jauh ia melangkah, tetapi juga tentang bagaimana ia terus menemukan dirinya melalui karya-karyanya.

Bagi Andrea van Diemen, seorang seniwati asal Indonesia yang kini menetap di Adelaide, Australia, perjalanan tersebut menemukan sebuah penanda penting melalui pameran tunggal pertamanya bertajuk “I Am Who I Am”.

Pameran ini dijadwalkan diluncurkan di Burra Regional Art Gallery (BRAG) pada 24 Oktober 2026 dan berlangsung hingga 18 Desember 2026. Judul “I Am Who I Am” bukan sekadar nama pameran.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi Andrea, judul tersebut merupakan sebuah pernyataan personal mengenai prosesnya untuk terus berkembang sebagai seniman.

“I am who I am adalah pernyataan terhadap diri sendiri untuk terus berusaha menjadi versi terbaik dalam berkesenian sesuai dengan kemampuan saya sendiri saat ini,” ujar Andrea.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Andrea memandang perjalanan berkesenian bukan sebagai sebuah pencapaian yang berhenti pada satu titik, melainkan proses yang terus berkembang.

Ia memilih untuk berkarya berdasarkan kemampuan dan proses yang dijalaninya saat ini, sembari terus mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru.

Indonesia Tetap Menjadi Bagian dari Dirinya

Meski kini tinggal dan berkarya di Australia, Indonesia tetap memiliki tempat yang kuat dalam perjalanan artistik Andrea.

Kecintaannya terhadap budaya Indonesia, menurut Andrea, sudah menjadi bagian yang melekat dalam dirinya.

Namun, hidup di lingkungan baru juga membuka kesempatan baginya untuk mengenal dan mengeksplorasi budaya lokal Australia.

“Karena saya sangat mencintai budaya Indonesia yang sudah mendarah daging, tapi juga selalu ingin mengeksplorasi lebih budaya lokal di tempat saya menetap sekarang,” katanya.

Pertemuan dua pengalaman budaya tersebut menjadi bagian menarik dalam perjalanan kreatif Andrea. Identitas sebagai perempuan Indonesia tidak hilang ketika ia menetap di Australia.

Sebaliknya, pengalaman tersebut hadir berdampingan dengan pengalaman baru yang ia temukan di lingkungan tempat tinggalnya sekarang.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian Andrea dari lingkungan Australia adalah alamnya. Perbedaan cuaca yang ekstrem di setiap musim justru memberikan kekayaan visual yang terus memancing eksplorasi artistiknya.

“Ekstrem cuaca setiap musim menjadikan flora dan faunanya begitu cantik dan beragam,” tutur Andrea. Aam kemudian menjadi salah satu tema yang kerap hadir dalam karya-karyanya.

Dengan pendekatan mixed media, Andrea mengeksplorasi berbagai material dan medium untuk menerjemahkan apa yang ia lihat, rasakan, dan alami di sekelilingnya.

Ketertarikannya pada flora, fauna, warna, tekstur, serta material alami membuat karya Andrea memiliki hubungan yang kuat dengan lingkungan.

Alam bukan sekadar objek visual, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman artistiknya.

Sebelum memasuki pameran tunggal pertamanya, Andrea telah melalui proses yang cukup panjang sebagai emerging artist di Australia.

Ia sebelumnya mengikuti sejumlah pameran dan kegiatan seni, antara lain Auburn French Festival 2023 dan Clare Show 2024.

Perjalanan tersebut kemudian mendapatkan pengakuan melalui kompetisi Art of the Flower, Paradise Lost and Found 2025 di Burra Regional Art Gallery.

Dua karya Andrea mendapatkan penghargaan dalam ajang tersebut. “My Flowery Mind” meraih penghargaan Highly Commended, sementara “Where Go My Golden Leaves” memperoleh Encouragement Award.

Bagi Andrea, penghargaan terseb⁰ut bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap proses panjang yang telah dilaluinya.

“Terharu dan bangga tentunya, karena ini menunjukkan apresiasi yang baik untuk proses yang cukup panjang dan tidak instan untuk seorang emerging artist seperti saya di sana,” ujarnya.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu momentum yang memperkuat langkah Andrea untuk terus mengembangkan karya sekaligus membuka ruang eksplorasi yang lebih luas.

Dari Kanvas hingga Batik Organik dan Ecoprint

Dalam pameran tunggal “I Am Who I Am”, Andrea tidak membatasi dirinya pada satu medium.

Pengunjung nantinya dapat melihat eksplorasi artistiknya melalui beragam media, mulai dari lukisan di atas kanvas dan kayu, kain-kain kreatif, termasuk batik organik dan ecoprint, hingga koleksi terbaru perhiasan handmade.

Keragaman medium tersebut memperlihatkan bahwa bagi Andrea, berkesenian bukan tentang terpaku pada satu teknik, melainkan tentang keberanian untuk terus mengeksplorasi.

“Saya ingin setiap pengunjung yang hadir dapat ikut merasakan dan menikmati eksplorasi perjalanan berkesenian saya melalui beragam media yang dipakai, seperti lukisan pada kanvas dan kayu, kain-kain kreatif termasuk batik organik dan ecoprint, juga koleksi terbaru perhiasan yang handmade,” ungkapnya.

Pameran ini dengan demikian tidak hanya menjadi ruang untuk memperlihatkan hasil akhir karya Andrea, tetapi juga menjadi semacam rekam perjalanan kreativitasnya. Setiap material membawa karakter yang berbeda.

Kanvas dan kayu memberikan ruang untuk eksplorasi visual, sementara kain, batik organik, dan ecoprint menghadirkan hubungan yang lebih dekat dengan material dan unsur alam.

Sementara karya perhiasan handmade memperluas eksplorasinya ke ranah seni yang lebih personal dan dapat dikenakan.

Pameran tunggal pertama Andrea van Diemen di Burra Regional Art Gallery menjadi sebuah titik penting dalam perjalanan seorang seniman Indonesia yang kini membangun ruang kreatifnya di Australia.

Di satu sisi, karya-karyanya membawa jejak kecintaan terhadap Indonesia dan kekayaan budayanya.

Di sisi lain, kehidupan di Australia membuka ruang baru untuk mengamati alam, budaya, flora, fauna, serta kehidupan lokal yang kemudian masuk ke dalam proses kreatifnya.

“I Am Who I Am” akhirnya menjadi lebih dari sekadar judul pameran. Ia merupakan pernyataan tentang keberanian untuk menerima diri, terus belajar, dan terus bertumbuh.

Bagi Andrea, menjadi seniman bukan tentang menjadi sempurna. Ia memilih untuk terus berproses dan menjadi versi terbaik dirinya melalui kemampuan yang dimilikinya saat ini.

Dari Indonesia ke Australia, dari budaya yang telah mendarah daging hingga lingkungan baru yang terus dieksplorasi, perjalanan Andrea menunjukkan bahwa identitas seorang seniman dapat terus berkembang tanpa harus kehilangan akar.

Pameran “I Am Who I Am” di Burra Regional Art Gallery akan menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat perjalanan tersebut melalui warna, tekstur, material, dan berbagai medium yang menjadi bahasa artistik Andrea van Diemen. ****

Berita Terkait

Drama Musikal School of Rock dari Sekolah Victory Plus Tampilkan Kreativitas dan Talenta Siswa 
Slank Siap Guncang Panggung Penutupan FORNAS VIII di NTB
DJ Panda Terancam Skandal Erika Carlina, Fakta Karier & Kontroversinya
Ngapain Razman Nasution Hadir di Sidang Nikita Mirzani? Reaksi Nikita Bikin Heboh!
Nikita Diborgol di Sidang, Kasus Rp4 Miliar Meledak di PN Jaksel
Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo Minta Meta dan Platform Digital Aktif Basmi Konten Menyimpang
Ingin Tampil Seperti Seleb di Media? Tak Percaya Diri Bertemu Jurnalis? Kami Bantu Publikasi Profil Anda!
Pernah Jadi Pemeran Utama ‘Batman’, Aktor Kenamaan Hollywood Val Kilmer Meninggal di Los Angeles

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Andrea van Diemen: Dari Indonesia, Menemukan Diri Melalui Seni di Australia

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:42 WIB

Drama Musikal School of Rock dari Sekolah Victory Plus Tampilkan Kreativitas dan Talenta Siswa 

Selasa, 29 Juli 2025 - 03:09 WIB

Slank Siap Guncang Panggung Penutupan FORNAS VIII di NTB

Senin, 21 Juli 2025 - 15:24 WIB

DJ Panda Terancam Skandal Erika Carlina, Fakta Karier & Kontroversinya

Jumat, 11 Juli 2025 - 09:10 WIB

Ngapain Razman Nasution Hadir di Sidang Nikita Mirzani? Reaksi Nikita Bikin Heboh!

Berita Terbaru