HELLO.ID – Perjalanan Andrea van Diemen sebagai seniman Indonesia di Australia memasuki babak baru melalui pameran tunggal pertamanya, I Am Who I Am, yang resmi dibuka oleh Mayor Bill Gebhardt di Burra Regional Art Gallery (BRAG), Australia Selatan, pada 24 Oktober 2026.
Pameran ini menjadi kesempatan bagi Andrea untuk memperkenalkan eksplorasi artistiknya melalui beragam medium, sekaligus membangun pengenalan yang lebih luas terhadap dirinya sebagai mixed media artist.
Bagi Andrea, kesempatan berpameran di galeri tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai emerging artist atau seniman yang sedang membangun perjalanan profesionalnya, ia mengaku terharu melihat sambutan pengunjung yang memberikan apresiasi secara personal terhadap karya-karyanya.
“Merasa terharu ketika hampir setiap pengunjung yang hadir secara personal mengapresiasi karya-karyaku dengan baik karena terasa berbeda dan unik,” ungkap Andrea.
Menurutnya, ketertarikan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi terhadap hasil akhir karya. Beberapa pengunjung bahkan antusias menanyakan detail teknik dan proses pembuatannya karena belum pernah melihat karya serupa sebelumnya.
Respons tersebut menjadi pengalaman berarti bagi Andrea. Apresiasi yang datang secara langsung memberinya kesempatan untuk berbagi cerita mengenai proses kreatif di balik karya-karyanya, sekaligus memperkenalkan pendekatan seni yang selama ini dikembangkannya.
Baca Juga:
Beragam Medium, Satu Perjalanan Kreatif Dalam pameran bertajuk I Am Who I Am, Andrea menghadirkan eksplorasi seni melalui berbagai medium, mulai dari koleksi perhiasan buatan tangan, lukisan di atas kanvas dan kayu, kain kreatif termasuk batik organik dan ecoprint.
Keragaman tersebut mencerminkan perjalanannya dalam mengeksplorasi material, teknik, warna, tekstur, serta inspirasi dari alam dan lingkungan sekitarnya.
Bagi Andrea, berkarya tidak terbatas pada satu media, tetapi menjadi ruang untuk terus mencoba dan mengembangkan kemungkinan-kemungkinan baru.
Keunikan pendekatan ini pula yang ingin ia perkenalkan kepada publik Australia Selatan.
Baca Juga:
Unit Usaha Syariah OCBC Perluas Akses Pengelolaan Kekayaan Berbasis Syariah dari Emas Hingga Wakaf
Setelah pameran, Andrea berharap semakin banyak pencinta seni, kolektor, dan masyarakat luas mengenalnya sebagai seniman yang mengembangkan karya melalui pendekatan mixed media.
“Setelah pameran ini harapannya akan lebih banyak art lovers dan kolektor seni, juga masyarakat luas di South Australia, yang mengenalku sebagai Mixed Media Artist,” katanya.
Bangga Berpameran di Bence Room Bagi Andrea, pameran ini juga istimewa karena berlangsung di Bence Room, Burra Regional Art Gallery, bersamaan dengan penyelenggaraan pameran tahunan Art of the Flower & Garden Prize di Main Hall galeri tersebut.
Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan Andrea sebagai seniman yang tengah mengembangkan eksistensinya di Australia.
Ia mengaku senang dan bangga dapat menghadirkan karya-karyanya di ruang pamer tersebut.
Pameran tunggal ini sekaligus menjadi kelanjutan dari proses kreatif yang telah ia jalani melalui berbagai kegiatan dan pameran seni sebelumnya.
Pada 2025, dua karyanya, My Flowery Mind dan Where Go My Golden Leaves, masing-masing memperoleh penghargaan Highly Commended dan Encouragement Award dalam ajang Art of the Flower, Paradise Lost and Found di Burra Regional Art Gallery.
Baca Juga:
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Andrea dalam membangun kepercayaan diri, memperluas eksplorasi artistik, dan memperkenalkan karakter karyanya kepada publik.
Di tengah momentum pameran tunggalnya, Andrea juga tengah menyiapkan langkah berikutnya.
Ia sedang mempersiapkan studio pribadi di Auburn, Australia Selatan, yang direncanakan mulai membuka workshop membatik pada akhir 2026.
Rencana ini membuka peluang bagi Andrea untuk berbagi keterampilan dan memperkenalkan teknik membatik kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.
Batik menjadi salah satu medium yang menghubungkan perjalanan kreatifnya dengan kekayaan budaya Indonesia, yang tetap menjadi bagian penting dari identitasnya meskipun kini ia tinggal dan berkarya di Australia.
Selain menyiapkan studio dan workshop, Andrea juga sedang mengembangkan koleksi lukisan bertema The Art of Life.
Koleksi tersebut menjadi bagian dari proses eksplorasinya yang terus berjalan, seiring upayanya menemukan kemungkinan baru dalam berkesenian.
Bagi Andrea, I Am Who I Am bukanlah titik akhir, melainkan sebuah tahapan dalam perjalanan panjang untuk terus belajar, berkarya, dan bertumbuh.
Apresiasi yang diterimanya dalam pameran ini menjadi dorongan untuk melangkah lebih jauh, memperluas jangkauan audiens, serta memperkenalkan beragam medium seni yang menjadi ciri khasnya.
Pameran I Am Who I Am berlangsung di Burra Regional Art Gallery hingga 18 Desember 2026, memberikan kesempatan bagi publik untuk mengenal lebih dekat perjalanan kreatif Andrea van Diemen melalui karya-karya yang merefleksikan eksplorasi, identitas, dan keberaniannya untuk terus berkembang.****







