Tanah Longsor di Lumajang Akibatkan Jalur Antar Desa Terputus dan Dua Rumah Rusak

  • Share
Tanah longsor terjadi di Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. /Dok. BPBD Kabupaten Lumajang

Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Bencana terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 14 November 2021, pukul 12.45 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang per Senin 15 November 2021, melaporkan bahwa kejadian tersebut mengakibatkan 2 rumah yang ditinggali 2 KK mengalami rusak sedang.

Selain itu, akses jalan penghubung Desa Gucialit menuju Desa Kertowono terputus karena tertimbun material longsor setinggi 8 meter, panjang 20 meter dan lebar 1 meter.

BACA JUGA :  Polri Ungkap Peran 13 Tersangka Jaringan Pinjol Ilegal Hingga Akibatkan Ibu Bunuh Diri

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian bencana tersebut. BPBD Kabupaten Lumajang segera mengambil langkah cepat dalam menangani dampak tanah longsor tersebut.

Dengan menerjunkan alat berat jenis whell loader, guna membersihkan material dan membuka kembali jalur yang terputus.

Selain itu BPBD Kabupaten Lumajang juga melibatkan Koramil, perangkat desa, pihak PTPN Kertowono dan warga setempat untuk membantu proses percepatan penanganan bencana tanah longsor.

BACA JUGA :  Banjir Melanda Dua Desa di Kabupaten Pacitan, Gara-gara Anak Sungai Meluap

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan lebat dan dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang hingga Rabu 17 November 2021.

Di samping itu, fenomena La Nina yang berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan menurut BMKG juga masih berlangsung hingga Februari 2022.

BACA JUGA :  Banjir Kabupaten Katingan Merendam Tujuh Kecamatan, Akibat Hujan Intensitas Tinggi

BPBD Provinsi Jawa Timur telah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada dari ancaman bencana hydrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.***

  • Share