Home / HOT NEWS

Selasa, 16 November 2021 - 10:27 WIB

Tanah Longsor di Lumajang Akibatkan Jalur Antar Desa Terputus dan Dua Rumah Rusak

Tanah longsor terjadi di Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. /Dok. BPBD Kabupaten Lumajang

Tanah longsor terjadi di Desa Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. /Dok. BPBD Kabupaten Lumajang

Peristiwa tanah longsor terjadi di Desa Gucialit, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Bencana terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu, 14 November 2021, pukul 12.45 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang per Senin 15 November 2021, melaporkan bahwa kejadian tersebut mengakibatkan 2 rumah yang ditinggali 2 KK mengalami rusak sedang.

Selain itu, akses jalan penghubung Desa Gucialit menuju Desa Kertowono terputus karena tertimbun material longsor setinggi 8 meter, panjang 20 meter dan lebar 1 meter.

Baca Juga :   Puan Bangga, Mahasiswa Tuntaskan Program Magang di Rumah Rakyat DPR RI

Beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian bencana tersebut. BPBD Kabupaten Lumajang segera mengambil langkah cepat dalam menangani dampak tanah longsor tersebut.

Dengan menerjunkan alat berat jenis whell loader, guna membersihkan material dan membuka kembali jalur yang terputus.

Baca Juga :   Farid Okbah dkk Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Terlibat Pendanaan Teroris JI

Selain itu BPBD Kabupaten Lumajang juga melibatkan Koramil, perangkat desa, pihak PTPN Kertowono dan warga setempat untuk membantu proses percepatan penanganan bencana tanah longsor.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan informasi peringatan cuaca yang menyebutkan bahwa hujan lebat dan dapat disertai petir masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang hingga Rabu 17 November 2021.

Baca Juga :   Jajal Sirkuit Mandalika Naik Motor Milik Sendiri, Presiden Jokowi Ungkapkan Perasaannya

Di samping itu, fenomena La Nina yang berdampak pada peningkatan intensitas curah hujan menurut BMKG juga masih berlangsung hingga Februari 2022.

BPBD Provinsi Jawa Timur telah meneruskan informasi Peringatan Dini potensi hujan tersebut kepada BPBD Kabupaten/Kota untuk diteruskan kepada pihak terkait.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada dari ancaman bencana hydrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.***

Share :

Baca Juga

HOT NEWS

Dampak Gempa M5,1: 1 Rumah Rusak Berat, 4 Rusak Sedang, 6 Rumah dan 1 Pesantren Rusak Ringan

HOT NEWS

Ini Alasan Kepolisian Tak Kabulkan Permohonan Penangguhan Olivia Nathania

HOT NEWS

Tanggapan Jokowi Soal Isu Perombakan Kabinet dan Pergantian Juru Bicara Presiden

HOT NEWS

Jokowi Tunjuk Letjen Dudung Abdurachman Menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD)

HOT NEWS

Ketua DPR RI Puan Maharani: Laut Kita Sangat Kaya, Ayo Jaga dan Pertahankan Bersama

HOT NEWS

Gunung Semeru Erupsi Kembali, Meluncurkan Guguran Awan Panas yang Amat Besar

HOT NEWS

Alasan Kemenkop UKM Dorong UMKM Pindah dari Sektor Informal ke Sektor Formal

HOT NEWS

Polisi Usut Kasus Tewasnya Anggota FBR yang Dikeroyok OTK di Kembangan