Home / HOT NEWS

Minggu, 16 Januari 2022 - 21:03 WIB

Penolakan Rerkait RUU TPKS atas Hanya Bersifat Parsial, yang Mendukung Lebih Banyak

Anggota Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Nur Rofiah. /Instagram.com/@nrofiah

Anggota Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Nur Rofiah. /Instagram.com/@nrofiah

HELLO – Penolakan terkait Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) atas nama agama Islam hanya bersifat parsial.

Hal itu disampaikan oleh anggota Jaringan Kongres Ulama Perempuan Indonesia atau KUPI, Nur Rofiah dalam pertemuan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, bersama tokoh perempuan lain.

Menurutnya umat Islam yang mendukung lebih banyak dari pada yang menolak RUU inisiatif DPR tersebut.

Nur mengaku telah menginisiasi istighasah virtual yang diikuti ratusan pesantren untuk mendoakan agar RUU TPKS segera disahkan.

“Jadi kalau sampai ada yang menolak RUU TPKS menjadi Undang-Undang atas nama Islam jangan khawatir Mbak Puan, karena yang mendukung jauh lebih banyak,” ujar Nur Rabu 12 Januari 2022.

Baca Juga :   Belanja di Pasar Legi Solo Bisa Pakai QRIS, Pedagang Minta Disediakan WIFI

Bagi Nur bagaimana seseorang dilahirkan adalah hal yang tidak bisa dipilih, termasuk dilahirkan sebagai perempuan.

Namun perempuan kerap mendapat perlakuan yang tidak adil, karena hal yang berada di luar kuasa mereka.

“Perempuan sangat rentan mengalami ketidakadilan. Misalnya stigmatisasi, marginalisasi, suberinasi, kekerasan karena hanya ‘menjadi’ perempuan,” tuturnya.

Nur mengatakan RUU TPKS dapat membantu mewujudkan salah satu tujuan Islam yakni sistem kehidupan yang adil bagi semua orang. Karena Islam melarang kedzaliman dan ketidakadilan, termasuk bagi perempuan.

“RUU TPKS dapat segera disahkan dan menjadi payung untuk tiap perempuan agar mendapat keadilan dan mendapat perhatian yang memadai.”

Baca Juga :   Demokrasi Harus Berkontribusi Mengakhiri pandemi dan Mengentaskan Kemiskinan

“Tujuan Islam adalah mewujudkan sistem kehidupan yang menjadi anugerah bagi semesta termasuk untuk perempuan,” pungkas Nur.

Dukungan serupa sempat dilontarkan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ketua Korps PMII Putri Cabang Lamongan Rifa Nur Diana Arofa mengatakan RUU TOPS mendesak agar terbentuk jelas sistem yang bisa menghapus kekerasan seksual.

“Dengan disahkannya RUU ini, kita dapat melindungi bangsa kita dengan menciptakan sistem pencegahan, pemulihan, penanganan, dan rehabilitasi yang benar-benar dapat menghapuskan kekerasan seksual,” ungkap Rifa dikutip dari Veritajatim.com.

Baca Juga :   Ketua DPR RI Puan Maharani Minta Negara Lindungi Hak-hak Perempuan Secara Berkeadilan

Menanggapi aspirasi Puan Maharani mengatakan dirinya memahami akan mendesaknya RUU TPKS.

Namun ia menekankan agar semua pihak mengikuti prosedur dan memberi waktu untuk lebih luas menjaring aspirasi masyarakat dari berbagai lapisan.

“Apa yang terjadi di agama Islam tentu beda dengan di agama Kristen, apa yang di agama Kristen tentu beda dengan apa yang biasa kita lakukan di agama Islam dan lain sebagainya.”

“Masukan yang tadi sudah disampaikan oleh ibu, mbak, adik-adik, dan mas-mas ini semua tentu saja memberikan saya kekuatan untuk bisa melaksanakan ini sebaik baiknya,” kata Puan.***

Share :

Baca Juga

HOT NEWS

Kemenkes Sebut Jumlah Kasus Positif Covid-19 Varian Omicron Capai 68 Orang

HOT NEWS

Polisi Update Kabar Terkini Kasus Pengeroyokan Pegiat Medsos Ade Armando

HOT NEWS

Smelter Milik PT Obsidian Steanless Steel Meledak dan Terbakar di Kowane

HOT NEWS

Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri

HOT NEWS

Alasan Polisi Tetapkan Bos Partai Dakwah Rakyat Indonesia Farid Okbah Jadi Tersangka Terorisme

HOT NEWS

Belanja di Pasar Legi Solo Bisa Pakai QRIS, Pedagang Minta Disediakan WIFI

HOT NEWS

Terkait Adanya Temuan Kasus Omicron, Ketua DPR RI Puan Maharani Beri Arahan Ini

HOT NEWS

Sebuah Bangsa Tidak Mungkin Lepas dari Sejarah yang Membuatnya Jadi Ada