Jembatan Penghubung Hanyut Diterjang Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

  • Share
Banjir Lahar Dingin lereng semeru. /Instagram.com/@info_lumajang

HELLO – Banjir lahar yang berasal dari puncak Gunung Semeru, pada Selasa 16, November 2021 sore kemarin, mengakibatkan sebuah jembatan alternatif penghubung dua kecamatan yang terbuat dari bambu hanyut diterjang banjir.  

Jembatan sepanjang 20 meter tersebut merupakan salah satu jalan yang menjadi jembatan alternatif penghubung Kecamatan Tempeh dan Pasirian ini. 

BACA JUGA :  Polda Banten Berhasil Ringkus Kronologis OTT Oknum Pegawai BPN Lebak

Banjir yang disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi itu, juga membuat sejumlah warga harus memutar arah dengan jarak lebih jauh.

Bahkan, para petambang pasir harus menghentikan aktivitas mereka. 

Banjir lahar dingin ini terjadu di Desa Amakaka, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan juga terjadi di sekitar lereng Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA :  Cegah Deforestasi Besar-besaran, Bisa Hindari Banjir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan

“Untuk warga sekitar lereng gunung terutama yang berada di sekitar aliran sungai yang berhulu pada Gunung Ile Lewotolok diminta waspada, dan menjauhi aliran sungai,” imbau pihak PVMBG dikutip KompasTV, Rabu, 17 November 2021.

Namun, hingga kini belum diketahui kerusakan yang diakibatkan banjir lahar dingin.

  • Share