HELLO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Pemerintah akan tetap berfokus untuk menangani pandemi Covid-19 dan memperkuat pemulihan ekonomi, namun juga pada saat yang sama berkomitmen pada transisi energi dan ekonomi hijau.

Hal ini diungkapkan saat menyampaikan keynote speech pada Grand Launching Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform di Bali, Senin 14 November 2022.

“Kami akan terus mengembangkan transisi yang adil dan terjangkau menuju ekonomi rendah karbon sebagai prioritas nasional kami,” ungkap Menkeu.

Pemerintah Indonesia bersama Asian Development Bank (ADB) telah meluncurkan inisiatif ETM dalam konferensi COP 26 di Glasgow.

Sejak saat itu, Indonesia didukung oleh banyak pihak dalam asistensi teknis.

Setelah melalui penilaian teknis dan diskusi dengan banyak pemangku kepentingan, Pemerintah telah mengidentifikasi lima belas gigawatt pembangkit listrik tenaga batubara untuk pensiun dini.

“Kami semua bekerja tanpa henti untuk membangun ETM Country Platform Indonesia.”

“Kerangka kerja ini yang akan memobilisasi sumber daya keuangan dan dukungan dari mitra internasional, termasuk multilateral, bilateral, filantropi, dan sektor swasta untuk menjadikan ini transisi energi yang adil dan terjangkau,” tandas Menkeu.

PT Sarana Multi Infrastruktur ditunjuk sebagai Country Platform Manager ETM dan focol point nasional kegiatan ETM.

PT SMI akan berkolaborasi dengan PLN, INA, kelompok domestik, dan internasional untuk memobilisasi modal keuangan kompetitif yang siginifikan dalam menciptakan transisi energi yang adil dan terjangkau.

Dalam kesempatan ini, PT SMI turut melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 14 mitra internasional yang akan membangun momentum ambisi Indonesia dalam pembangunan transisi energi.

“Kita sedang membuat sejarah. Jika Indonesia bisa melakukannya, saya yakin banyak negara berkembang atau bahkan negara maju lainnya yang bisa melakukannya,” pungkas Menkeu.***