Home MEGAPOLITAN Jakarta Indonesia Pasca Jokowi, Prabowo-Sandi Diminta Wujudkan Industri Mobil Nasional yang Tak Abal-abal

Indonesia Pasca Jokowi, Prabowo-Sandi Diminta Wujudkan Industri Mobil Nasional yang Tak Abal-abal

Hello.id, Jakarta – Pengamat industri nasional, Said Didu, mendorong capres dan cawapres Prabowo-Sandi untuk mewujudkan industri mobil nasional bila mendapatkan mandat dari rakyat pada pilpres 17 April 2019 nanti.

Berkaca pada pengalaman pilpres 2014, Said berpesan agar industri mobil nasional yang dibangun Prabowo-Sandi tidak abal-abal dan bukan demi kepentingan pencitraan semata.

Diskusi Indonesia Pasca Jokowi ‘Mewujudkan Mobil Nasional, Bukan Pencitraan Seperti Esemka’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019).

BACA JUGA : BPN : Tarik Ulur Pembebasan Ba’asyir Tunjukkan Kepemimpinan Jokowi Lemah

“Bila Prabowo-Sandi menang, mobil nasional perlu difikirkan. Karena permintaan kita besar, pasar kita besar, sumber daya alam, sumber daya manusianya kita ada,” kata Said dalam diskusi Indonesia Pasca Jokowi ‘Mewujudkan Mobil Nasional, Bukan Pencitraan Seperti Esemka’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (23/1/2019).

Mantan Sekjen Kementerian BUMN ini menuturkan, ada perbedaan mendasar dalam anatomi bisnis mobil di masa lalu dan masa kini. Di masa lalu, pengembangan mobil nasional terkendala pada penguasaan komponen rancang bangun dari hulu hingga hilir. Kini, anatomi industri mobil sudah mengarah pada industri pesawat terbang di mana seluruh komponennya bisa diproduksi di seluruh dunia.

“Tinggal kebijakannya adalah kita bikin desain sedemikian rupa sehingga bisa produksi di Indonesia. Kriterianya kita memiliki desain, nama merek dan sebagian komponennya diproduksi di Indonesia. Tidak seperti mobil Esemka yang komponennya dari luar semua,” ucap Said.

Dalam kesempatan yang sama, Said bercerita bahwa dirinya pernah diajak seorang kolega untuk mempromosikan mobil Esemka. Kejadian itu terjadi pada medio 2012 lalu. Namun demikian, Said menolak lantaran dirinya mencium aroma tidak sedap dari proyek ambisius mobil Esemka.

“Pada 2012 saya dibujuk beberapa orang untuk mengendorse. Karena yang pencitraan bukan hanya Pak Jokowi, tapi banyak orang. Dan saya katakan itu bohong. Sebagai pengusaha mebel, mungkin saat itu Pak Jokowi beranggapan bahwa membuat mobil sama saja dengan merakit mobil. Saya katakan berbeda,” kata Said.

Sementara itu, pakar otomotif dan praktisi industri mobil Mochtar Niode mengatakan, industri mobil nasional harus diarahkan kepada produksi mobil listrik.

“Kita memiliki seluruh bahan baku untuk produksi mobil listrik. Kita bisa open desain untuk menentukan jenis mobil apa yang cocok untuk Indonesia,” kata Mochtar. (fer)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Brad Pitt akan Produksi Film Dokumenter Chris Cornell

Hello.id, Jakarta - Brad Pitt dan janda dari Chris Cornell, Vicky Cornell akan bekerja sama untuk memproduksi film dokumenter tentang almarhum rocker...

Samsung akan Luncurkan Ponsel Lipat Bersamaan dengan Galaxy S10

Hello.id, Jakarta - Samsung akan memperkenalkan ponsel lipat Galaxy F di acara peluncuran Galaxy S10 pada 20 Februari mendatang yang akan disiarkan...

Fujifilm Luncurkan Mirrorless X-T30

Hello.id, Jakarta - Fujifilm resmi membawa kamera mirrorless baru seri X, yaitu X-T30, yang menjanjikan bodi lebih ringan dan lensa resolusi 26,1MP.

Ramai Tagar #uninstallBukalapak, Achmad Zaky Minta Maaf

Hello.id, Jakarta - Lini masa Twitter, Jumat (15/2/2019) pagi dibanjiri tanda pagar #uninstallBukalapak akibat cuitan CEO Achmad Zaky yang dianggap mendukung salah...

Mantan Suami Dituduh Lakukan Pelecehan, Begini Tanggapan Mandy Moore

Hello.id, Jakarta - Musisi Ryan Adams dituduh melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah wanita, hal itu diungkapkan dalam laporan New York Times awal...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.