BI Ungkap Alasan Posisi Cadangan Devisa Turun, Termasuk Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 6 April 2024 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bank Indonesia (BI). (Dok. bi.go.id)

Gedung Bank Indonesia (BI). (Dok. bi.go.id)

HELLO.ID – Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2024 tercatat sebesar 140,4 miliar USD atau dolar AS.

Jumlahnya menurun dibandingkan posisi cadangan devisa bulan Februari 2024 yang sebesar 144 miliar dolar AS.

Laporan Bank Indonesia yang dirilis Jumat (5/5/2024) menyebutkan, sejumlah faktor mempengaruhi penurunan cadangan devisa di bulan Maret.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antaranya pengaruh dari pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valuta asing (valas) korporasi.

“Hal lain yang mempengaruhi penurunan cadangan devisa adalah kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.”

“Disebabkan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono.

Baca artikel lainnya di sini : Soal Usulan Hadirkan Presiden Jokowi ke Sidang Sengketa Pilpres 2024, Ini Tanggapan Mahkamah Konstitusi

Meski mengalami penurunan, BI menilai cadangan devisa Indonesia sebesar 140,4 miliar dolar AS, masih tinggi.

Jumlah itu setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor dan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Baca artikel lainnya di sini : Komunikasi dengan Transisi Pemerintahan Baru Dilakukan, Sri Mulyani: APBN 2025 Tetap Kami Susun

“Posisi cadangan devisa tersebut, juga masih di atas standar kecukupan internasional tiga bulan impor.”

“Jumlah cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” ucap Erwin.

BI juga melihat cadangan devisa ke depan akan tetap memadai, didukung stabilitas dan prospek ekonomi nasional yang terjaga.

BI tetap menempuh bauran kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.***

Artikel di atas, sudah dìterbitkan di portal berita nasional ekonomi dàn bisnis Harianinvestor.com

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Harianindonesia.com  dan Infomaritim.com 

Pastikan juga download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media lainnya, dapat menghubungi Jasasiaranpers.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

 

Berita Terkait

Jasa Outsourcing Profesional di Semarang, Solusi Layanan Kantor Pemerintahan
Mega Jaya Solusi Terlengkap Untuk Kebutuhan Lifting Equipment Industri Anda
Distribusi Press Release Menguat: PR Newswire dan PSPI Integrasikan Jaringan Media Online
Cara Isi Saldo PayPal dari Bank Mandiri Lewat Epayu: Solusi Cepat Tanpa Kartu Kredit
Peluang Bisnis yang Menjanjikan di Musim Terik: Melirik Usaha Es Kristal
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Rp200 Triliun Masuk Bank BUMN, Rosan: Suku Bunga Bisa Lebih Kompetitif
Kenyamanan Perjalanan dengan Sewa Mobil Plus Supir di Bandung

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:55 WIB

Jasa Outsourcing Profesional di Semarang, Solusi Layanan Kantor Pemerintahan

Selasa, 30 Desember 2025 - 05:48 WIB

Mega Jaya Solusi Terlengkap Untuk Kebutuhan Lifting Equipment Industri Anda

Kamis, 11 Desember 2025 - 07:52 WIB

Distribusi Press Release Menguat: PR Newswire dan PSPI Integrasikan Jaringan Media Online

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:46 WIB

Cara Isi Saldo PayPal dari Bank Mandiri Lewat Epayu: Solusi Cepat Tanpa Kartu Kredit

Senin, 3 November 2025 - 12:53 WIB

Peluang Bisnis yang Menjanjikan di Musim Terik: Melirik Usaha Es Kristal

Berita Terbaru