Home HEALTH & SEX Health Prademensia Bisa Dikenali Lewat Tes Penciuman

Prademensia Bisa Dikenali Lewat Tes Penciuman

Hello.id, Jakarta – Pemeriksaan saraf penciuman bisa membantu mendeteksi risiko prademensia seseorang, menurut dokter spesialis saraf Atma Jaya Dr dr Yuda Turana, SpS.

Yuda mengatakan, pemeriksaan biasanya dilakukan menggunakan aroma yang familiar dengan kondisi lingkungan pasien.

Setidaknya ada 10 aroma yang umum digunakan dokter di Indonesia antara lain, kayu putih, melati, kopi, jeruk, cokelat, kapur barus, tembakau, menthol, pandan dan minyak tanah.

Pemeriksaan biasanya dilakukan menggunakan aroma yang familiar dengan kondisi lingkungan pasien.

“Syaratnya dia (pasien) tidak sedang pilek, tidak bersin-bersin. Bila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma itu, kemungkinan besar ada sesuatu (prediktor demensia),” kata dia di kawasan Pluit, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Pasien nantinya dibolehkan mencium aroma dua kali selama lima menit sebelum menjawab.

Penelitian Enhancing Diagnostic Accuracy of aMCI in the Elderly pada 2014 yang dilakukan peneliti Fakultas Kedokteran Atma Jaya menunjukkan, skor rendah pada pemeriksaan saraf penciuman menjadi prediktor prademensia.

Dalam studi itu, sebanyak 109 subjek berusia 54-64 tahun terlibat. Hasilnya, jika kemampuan indera penciuman partisipan berkurang maka diprediksi 80 persen dapat mengalami kemunduran ingatan dan kognitif lainnya.

Selain itu, partisipan yang mengalami kemunduran indera penciuman diikuti respons pupil mata yang hipersensitif, maka dia berpeluang 90 persen mengalami kemunduran kognitif.

Prademensia, kondisi seseorang yang sudah mengalami penurunan kognitif namun belum masuk kategori demensia.

Selain melalui pemeriksaan indera penciuman, individu perlu menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check up) dalam konteks penuaaan otak, sebaiknya mereka yang sudah berusia 40 tahun sudah melakukannya.

“Setiap orang saat usia 40 tahun sebaiknya sudah pernah melakukan medical check up atau umur yang lebih muda namun dengan faktor risiko misalnya obesitas, diabetes,” tutur Yuda. (lws)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Meghan Markle-Pangeran Harry Tak Rayakan Natal Bersama Kerajaan

Hello.id, Jakarta - Juru bicara Pangeran Harry dan Meghan Markle telah mengonfirmasi pasangan itu tidak akan merayakan Natal di Sandringham pada...

IU Gelar Konser Penutup Tahun di Jakarta

Hello.id, Jakarta - Penyanyi asal Korea Selatan IU akan menggelar konser perdana bertajuk "Love Poem" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan, selama...

Day6 Ingin Bertemu Lebih Banyak Penggemar di Indonesia

Hello.id, Jakarta - Grup band asal Korea Selatan, Day6 untuk kali kedua akan menggelar konser solo kedua bertajuk "Gravity" pada 30...

Christian Sugiono Puji Cara Kerja Rizal Mantovani

Hello.id, Jakarta - Christian Sugiono memuji cara kerja Rizal Mantovani yang menjadi sutradara film horor "Rumah Kentang: The Beginning".

Cerita Luna Maya soal Adegan Muntahkan Kentang

Hello.id, Jakarta - Aktris Luna Maya bercerita mengenai adegan memuntahkan kentang yang dilakukannya pada salah satu adegan di film "Rumah Kentang...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.