Home POLKAM Hukum KPK Telah Temukan Aset-Aset Milik Sjamsul Nursalim

KPK Telah Temukan Aset-Aset Milik Sjamsul Nursalim

Hello.id, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan telah menemukan aset-aset yang diduga milik pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim.

KPK pada Senin (10/6/2091) telah mengumumkan keduanya sebagai tersangka dalam pengembangan perkara korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Kami sudah menemukan aset-aset yang diduga milik atau terafiliasi dengan tersangka,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Namun, ia belum bisa menjelaskan secara spesifik di mana saja aset-aset tersebut berada.

“Secara lebih rinci tentu kami belum bisa menyampaikan karena proses penyidikan tersebut masih berjalan,” ujar Febri.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang juga menyatakan lembaganya tengah fokus untuk menelusuri aset milik Sjamsul Nursalim tersebut.

“Ya mau tidak mau,” kata Saut di gedung KPK, Jakarta, Rabu.

Sjamsul dan Itjih disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah memproses satu orang, yaitu Syafruddin Arsyad Temenggung hingga putusan di tingkat banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi dan monjaluhkan pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp1 miliar.

Pada putusan tingkat banding itu, Majelis Hakim meningkatkan lama hukuman terhadap terdakwa dengan penimbangan yang pada pokoknya.

Pertama, tindakan terdakwa selaku Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) saat itu telah melukai secara psikologis masyarakat dan bangsa Indonesia yang baru saja mengalami trauma akibat krisis moneter yang menimpa bangsa Indonesia pada 1998.

Kedua, kerugian keuangan negara yang diakibatkan sangat besar di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Dalam penimbangan putusannya, sejak tingkat pertama hakim menyatakan kerugian keuangan negara Rp4,58 triliun sesuai dengan laporan hasil pemeriksaan investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka perhitungan kerugian negara.

Yang merupakan selisih antara kawajiban yang belum diselesaikan Rp4,8 triliun dengan hasil penjualan piutang oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tahun 2007 Rp220 miliar.

Sedangkan terkait dengan pihak yang diperkaya, pada pertimbangan putusan Pengadilan Tipikor No. 39/Pid.5us/Tpk/2018/PN.Jkt.Pst disebutkan secara tegas bahwa tindakan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung telah memperkaya Sjamsul Nursalim sebesar Rp4,58 triliun. (ben)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Daniel Radcliffe Tanggapi Rumor Gantikan Hugh Jackman di Wolverine

Hello.id, Jakarta - Sejak Hugh Jackman mengumumkan akan menggantung cakar adamantium sebagai Wolverine, penggemar berspekulasi tentang siapa yang akan menggantikan peran pahlawan...

Pakar : Mengatasi Obesitas Anak Bukan dengan Kurangi Porsi Makan

Hello.id, Jakarta - Jika Anda ingin mengurangi berat badan anak yang mengalami obesitas bukan dengan mengurangi porsi makannya, melainkan mengganti jenis makanannya,...

PROYEK AMBISIUS MEIKARTA HANCUR SALAH SIAPA?

MEGA proyek Meikarta yang digagas oleh Lippo Group seperti berbalik arah, dari gegap gempita hingga akhirnya berujung pada bergugurannya saham-saham di bawah...

Trailer Film “Cats” yang Dibintangi Taylor Swift Dirilis

Hello.id, Jakarta - Trailer "Cats" yang diadaptasi dari teater musikal dengan judul sama, dirilis pada Kamis, dan impresi pertama dari cuplikan film...

Tom Cruise Bikin Penggemar Girang dengan Trailer “Top Gun : Maverick”

Hello.id, Jakarta - "Top Gun" kembali mengguncang pada Kamis (18/7/2019) ketika Tom Cruise tampil secara mengejutkan di acara Comic-Con untuk memperlihat trailer...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.