Home EKONOMI & BISNIS Finansial Pangan Jadi Fokus Pengendalian Inflasi 2020

Pangan Jadi Fokus Pengendalian Inflasi 2020

Hello.id, Jakarta – Pangan menjadi sektor prioritas bagi pemerintah untuk mengendalikan laju inflasi pada 2020. Pemerintah menyadari, risiko tekanan inflasi terutama muncul dari problem ketersediaan pasokan dan distri­busi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pada 2020 strategi pengendalian laju inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil diwujudkan dalam empat stra­tegi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelan­caran distribusi, dan komu­nikasi efektif.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Dia juga memastikan peme­rintah tetap mencermati risiko-risiko yang berpotensi muncul agar dapat diantisipasi melalui kebijakan-kebijakan pengendalian inflasi yang tepat.

“Kami berupaya keras me­nguat­kan sisi penawaran dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi nasional,” kata dia dalam Rapat Paripurna dengan agenda Pidato Tanggapan Pemerintah atas Pandangan Faksi DPR RI terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2020, Senin (11/6/2019).

Peningkatan kapasitas produksi nasional itu dilakukan melalui dukungan subsidi pupuk dan kredit sektor pertanian, bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan infrastruktur di sektor pertanian.

Kebijakan-kebijakan tersebut juga akan didukung dengan perbaikan tata niaga pangan dan kebijakan pemenuhan pasokan baik dalam maupun luar negeri untuk menjaga stabilitas harga.

“Pemerintah juga memberikan alokasi anggaran untuk cadangan pangan sebagai langkah untuk mendukung ketersediaan pa­sokan,” imbuhnya.

Selain itu, jika diperlukan kebi­jakan impor secara terbatas juga akan dilakukan untuk komo­ditas tertentu dan periode waktu tertentu, sebagai respons atas persediaan domestik yang belum memadai.

Menurutnya, strategi menjaga inflasi juga diterjemahkan melalui alokasi anggaran untuk subsidi yang juga didukung kebijakan untuk menjaga daya beli melalui anggaran bantuan sosial.

Adapun Program Keterse­dia­an Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH) juga dilakukan khusus untuk menjaga stabilitas harga beras dengan melakukan pemasokan setiap bulan yang disesuaikan dengan kondisi harga.

Untuk stabilisasi harga, peme­rintah akan memperkuat kerja sama dan sinergi di ting­kat pu­sat dan daerah, serta pe­nguat­an kemitraan dengan Bank Indo­nesia melalui kerangka Tim Pe­ngen­dalian Inflasi Nasional dan Daerah.
“Dengan demikian diharapkan inflasi pada 2020 dapat berada dalam sasaran inflasi pada level yang rendah dan stabil pada kisaran 3%+1%,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga akan meningkatkan ang­ka par­tisi­pasi kasar (APK) pen­didikan me­nengah dari 80,78% pada 2019 menjadi 81,52% pada 2020 serta APK pendidikan tinggi dari 33,39% pada 2019 menjadi 35,26% pada 2020. (*)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Instagram Tambah Fitur Laporkan Hoax

Hello.id, Jakarta - Instagram menambah fitur untuk melaporkan informasi yang salah pada platform berbagi foto dan video tersebut, sebagai upaya tambahan untuk...

Ganti Baterai iPhone Tak Bisa di Sembarang Toko

Hello.id, Jakarta - Apple memberi penjelasan mengapa baterai iPhone tidak bisa diganti di toko yang bukan gerai resmi atau yang bermitra dengan...

Traveloka, Pegipegi dan Tiket.com Beri Diskon Kemerdekaan

Hello.id, Jakarta - Biro perjalanan dalan jaringan atau online travel agent berlomba-lomba memberikan promosi tiket transportasi hingga hotel untuk menyambut Hari Kemerdekaan...

Tes DNA Bukan Hanya untuk Cari Hubungan Keluarga

Hello.id, Jakarta - Pengujian asam deoksiribonukleat atau akrab dikenal DNA seringkali dipahami sebagai salah satu prosedur untuk mengetahui riwayat keturunan, padahal pengujian...

Pakar : Temuan Akar Bajakah Melawan Sel Kanker Tahap Awal

Hello.id, Jakarta - Pakar medis dari Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi DKI Jakarta Venita berpendapat hasil temuan para siswa asal Palangkaraya,...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.