Home PAPUA Papua OJK Cabut Izin Usaha BPRS Muamalat Yotefa Jayapura

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Muamalat Yotefa Jayapura

Hello.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Muamalat Yotefa, yang beralamat di Jl. Raya Sentani No. 110, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Pencabutan izin usaha tersebut dikeluarkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner (KADK) Nomor KEP- 87/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin Usaha PT BPRS Muamalat Yotefa, terhitung sejak 15 Mei 2019, sebut siaran pers OJK di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sebelumnya, dijelaskan, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/6/PBI/2011 tanggal 24 Januari 2011 dan Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/2/DPbS tanggal 31 Januari 2011, PT BPRS Muamalat Yotefa sejak 16 Juni 2016 telah ditetapkan menjadi status BPRS Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) karena rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yang kurang dari 0 persen.

Penetapan status BDPK tersebut disebabkan kelemahan dalam pengelolaan strategis oleh manajemen BPRS yang mengakibatkan kinerja BPRS menurun dan berdampak terhadap penurunan rasio KPMM BPRS menjadi di bawah 0 persen.

Status tersebut ditetapkan dengan tujuan agar Pengurus/Pemegang Saham melakukan upaya penyehatan.

Namun, sampai batas waktu yang ditentukan, upaya penyehatan yang dilakukan oleh Pengurus/Pemegang Saham untuk keluar dari status BDPK dan BPRS dapat beroperasi secara normal dengan rasio KPMM paling kurang sebesar 8 persen tidak terealisasi.

Mempertimbangkan kondisi keuangan BPRS yang semakin memburuk dan pernyataan ketidaksanggupan dari Pengurus dan Pemegang Saham dalam menyehatkan BPRS tersebut serta menunjuk Pasal 38 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 19/POJK.03/2017 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 56/SEOJK.03/2017 masing-masing tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah, maka OJK mencabut izin usaha BPRS tersebut setelah memperoleh pemberitahuan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan pencabutan izin usaha PT BPRS Muamalat Yotefa, sebut OJK, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

OJK mengimbau nasabah PT BPRS Muamalat Yotefa agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPRS dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku. (ahm)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Unggahan Glenn Fredly Tentang Prabowo-Sandiaga Menuai Reaksi Beragam

Hello.id, Jakarta - Unggahan konten penyanyi Glenn Fredly di Instagram, yang sudah dihapus namun diunggah ulang oleh akun lain, mengenai pasangan Prabowo...

Saratoga Siap bagi Dividen 20 Juni 2019

Hello.id, Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) siap membagikan dividen tunai final tahun buku 2018 sebesar Rp110 per saham.

RI Masih Larang Boeing 737 Max 8 Mengudara

Hello.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang pesawat Boeing 737 Max 8 untuk digunakan oleh maskpaai mengangkut pemudik saat lebaran...

Layani Mudik, 524 Pesawat Dinyatakan Layak Terbang

Hello.id, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti terus melaksanakan ramp check guna memastikan kesiapan bandara, maskapai penerbangan,...

Makanan Pemicu dan Penangkal Kanker

Hello.id, Jakarta - Sebuah studi dalam JNCI Cancer Spectrum mengungkapkan sejumlah makanan yang berhubungan dengan meningkatnya risiko seseorang terkena kanker, salah satunya...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.