Home EKONOMI & BISNIS Sektor Riil Kemenperin Dorong Tumbuhnya Investasi Industri Kacamata

Kemenperin Dorong Tumbuhnya Investasi Industri Kacamata

Hello.id, Tangerang – Kementerian Perindustrian mendorong tumbuhnya industri kacamata di dalam negeri, mengingat saat ini hanya ada satu industri kacamata di Indonesia, yakni milik PT Atalla Indonesia, yang berlokasi di Pasar Kemis, Tangerang, Banten.

“Industri kacamata ini cuma satu di Indonesia. Kita harus dukung, mengingat 90 persen pasarnya diisi oleh produk impor dan baru 10 persen oleh industri dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih di Tangerang, Rabu (15/5/2019).

Untuk itu, Gati menyampaikan Kemenperin akan mempromosikan industri kacamata melalui beberapa cara, salah satunya adalah mengundang dalam berbagai pameran.

“Kami akan membuat pameran industri aneka, yang di dalamnya akan ada industri kacamata,” ujar Gati.

PT Atalla Indonesia memproduksi 4.500 lusin kacamata per hari dengan berbagai variasi yang terbuat dari plastik dan logam. Perusahaan yang berdiri sejak Tahun 2000 ini mempekerjakan sekitar 600 karyawan.

Ia menambahkan potensi pasar kacamata dan lensa di Indonesia masih sangat besar, sehingga pembangunan industri kacamata cukup menjanjikan.

“Di Korea, 60-70 persen persen penduduknya sudah memakai kacamata. Di Indonesia masih 15 persen. Jadi, betapa besarnya potensi industri kacamata di Indonesia,” paparnya.

Selain itu, lanjutnya, rata-rata masyarakat memiliki dua hingga tiga unit kacamata dengan jangka waktu penggantian setahun sekali.

Direktur PT Atalla Indonesia Wenjoko Sidharta menyampaikan, 90 persen bahan baku industri ini masih impor, karena belum diproduksi di Indonesia.

Menurutnya, tak ada kesulitan berarti dalam mengimpor bahan baku industri kacamata, terlebih ia menikmati fasilitas Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP).

“Kalau industrinya ini tumbuh ya kami senang. Jadi, industri ini semakin menggeliat di Indonesia,” ujar Wenjoko.

industri yang masih didominasi produk impor ini sangat potensial untuk dikembangkan, terlebih produksi dalam negeri sudah memiliki kualitas yang berdaya saing ketimbang produk impor.

“Kita berani bersaing baik dari kualitas harga maupun kualitas,” ujarnya. (spg)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Kejutan bagi Suho EXO dari Penggemar Jakarta

Hello.id, Jakarta - Pemimpin grup vokal asal Korea Selatan EXO, Suho mendapatkan kejutan dari para penggemarnya di Jakarta di sela acara pemberian...

Unggahan Glenn Fredly Tentang Prabowo-Sandiaga Menuai Reaksi Beragam

Hello.id, Jakarta - Unggahan konten penyanyi Glenn Fredly di Instagram, yang sudah dihapus namun diunggah ulang oleh akun lain, mengenai pasangan Prabowo...

Saratoga Siap bagi Dividen 20 Juni 2019

Hello.id, Jakarta - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) siap membagikan dividen tunai final tahun buku 2018 sebesar Rp110 per saham.

RI Masih Larang Boeing 737 Max 8 Mengudara

Hello.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melarang pesawat Boeing 737 Max 8 untuk digunakan oleh maskpaai mengangkut pemudik saat lebaran...

Layani Mudik, 524 Pesawat Dinyatakan Layak Terbang

Hello.id, Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti terus melaksanakan ramp check guna memastikan kesiapan bandara, maskapai penerbangan,...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.