Home HEALTH & SEX Health Nutrisi Makanan vs Suplemen, Mana yang Lebih Baik?

Nutrisi Makanan vs Suplemen, Mana yang Lebih Baik?

Hello.id, Jakarta – Sebuah studi dalam jurnal Annals of Internal Medicine menemukan multivitamin, vitamin D, kalsium, dan vitamin C tidak menunjukkan keuntungan untuk mencegah penyakit kardiovaskular atau kematian dini.

Namun, seperti dikutip dariMedical News Today, Minggu (14/4/2019), asam folat dan vitamin B dengan asam folat dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung.

Untuk sampai pada temuan itu, tim peneliti dari Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University in Medford, MA, mengevaluasi hubungan antara penggunaan suplemen makanan dan semua penyebab kematian.

Peneliti juga menemukan asupan kalsium berlebih berkaitan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi.

“Beberapa studi menemukan hubungan antara kelebihan asupan nutrisi dan hasil merugikan termasuk peningkatan risiko kanker tertentu,” kata Fang Fang Zhang, Ph.D., peneliti.

Peneliti menggunakan data dari lebih dari 27.000 orang dewasa Amerika Serikat. Mereka menilai apakah asupan nutrisi yang memadai atau berlebih berhubungan dengan semua penyebab kematian, dan apakah hasilnya berubah jika nutrisi berasal dari suplemen bukan makanan.

Mereka menghitung dosis suplemen harian dengan menggabungkan frekuensi informasi produk untuk bahan, jumlah bahan per porsi dan unit bahan.

Hasilnya, asupan vitamin A, K, seng, dan magnesium yang memadai – dari makanan, bukan suplemen – berhubungan dengan risiko kematian yang lebih rendah dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Bahaya kelebihan suplemen

Peneliti juga menemukan asupan kalsium berlebih berkaitan dengan risiko kematian akibat kanker yang lebih tinggi.

Kelebihan asupan kalsium dari suplemen (setidaknya 1.000 miligram per hari) berhubungan dengan peningkatan risiko kematian akibat kanker.

Selain itu, orang-orang yang tidak kekurangan vitamin D namun menggunakan suplemen vitamin D mungkin meningkat risikonya menghadapi semua penyebab kematian.

“Hasil kami mendukung gagasan walau suplemen berkontribusi pada peningkatan tingkat asupan nutrisi total, tetapi ada manfaat nutrisi dari makanan yang tidak ada pada suplemen,” kata Zhang.

Zhang menilai perlunya orang-orang penting memahami efek nutrisi dan sumber yang berdampak pada kesehatan dan mortalitas – terutama jika tidak bermanfaat. (lws)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Mantan Manager Stan Lee Akhirnya Diciduk

Hello.id, Jakarta - Mantan manajer Stan Lee yang bernama Keya Morgan diciduk dan dipenjarakan di Arizona pada Sabtu (25/5/2019) pagi atas perintah...

“Parcel Rehat”, Hadiah Istimewa dari Kunto Aji

Hello.id, Jakarta - Album terbaru Kunto Aji "Mantra Mantra" berisi pengalaman pribadi sang penyanyi yang mengajak pendengar untuk merenungkan kesehatan mereka,...

Tiga Hari Tayang, “Aladdin” Raup Rp12,3 Triliun

Hello.id, Jakarta - Pendapatan film "Aladdin" dalam penutupan box office pekan lalu cukup menggembirakan yakni sebesar 86,1 juta dolar atau Rp12,3 triliun...

EXO Komentari Antusiasme Penggemar Hingga Rencana Konser di Indonesia

Hello.id, Jakarta - Boy group EXO yang diwakili tiga personelnya, Suho, Chen dan Kai mengomentari antusiasme para penggemar di Indonesia yang luar...

Mencoba Bunuh Diri, Penyanyi K-Pop Goo Ha-ra Dilarikan ke Rumah Sakit

Hello.id, Jakarta - Penyanyi Korea Selatan Goo Ha-ra, mantan anggota grup K-pop Kara, masuk ke rumah sakit, Minggu (26/5/2019) setelah melakukan upaya...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.