Home HEALTH & SEX Health Berpendidikan Lebih Tinggi Bisa Perlambat Efek Demensia? Ini Kata Studi

Berpendidikan Lebih Tinggi Bisa Perlambat Efek Demensia? Ini Kata Studi

Hello.id, Jakarta – Ada anggapan bahwa berpendidikan lebih tinggi bisa memperlambat efek berbahaya penurunan fungsi kognitif. Namun, sebuah studi membantah anggapan itu.

Studi dalam jurnal Neurology menemukan bahwa pendidikan mungkin tidak sepenting itu untuk memerangi penurunan kognitif dan demensia, seperti dilansir dari Time, Minggu (10/2/2019).

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti melibatkan hampir 3.000 orang berusia lanjut sekitar delapan tahun dalam studi. Mereka menemukan bahwa memperoleh lebih banyak pendidikan tampaknya tidak melindungi orang dari pengikisan keterampilan berpikir begitu proses penurunan kognitif dimulai.

Demensia, merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang seringkali disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.

Orang dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi pada awal penelitian memang menunjukkan keterampilan berpikir yang lebih baik pada berbagai tes, tetapi tingkat pendidikan tampaknya tidak berpengaruh pada seberapa cepat orang berkembang setelah penurunan kognitif dan dalam beberapa kasus demensia dimulai.

“Pendidikan memberikan beberapa perlindungan terhadap demensia, tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap [tingkat] penurunan kognitif,” Robert Wilson, profesor ilmu neurologis di Rush University Medical Center.

Dalam studi itu, peneliti juga melacak apakah tingkat kognitif orang mengaalami penurunan bervariasi berdasarkan tingkat pendidikan mereka. Mereka menemukan jawaban: tidak.

Temuan memperlihatkan bahwa mereka yang berpendidikan lebih tinggi tidak memiliki lebih sedikit tanda-tanda demensia fisik dalam bentuk lesi, plak, atau kusut neuron pada otak mereka.

Namun, tidak berarti pendidikan tak memberikan manfaat melindungi otak yang menua. Pendidikan tinggi dapat membantu membangun jaringan sel yang lebih kuat, yang tampaknya membantu melindungi terhadap sel-sel yang memburuk seiring dengan penuaan. Tetapi begitu penurunan kognitif dimulai, keuntungan itu tampaknya terhapus. (lws)


Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.

Must Read

Mantan Manager Stan Lee Akhirnya Diciduk

Hello.id, Jakarta - Mantan manajer Stan Lee yang bernama Keya Morgan diciduk dan dipenjarakan di Arizona pada Sabtu (25/5/2019) pagi atas perintah...

“Parcel Rehat”, Hadiah Istimewa dari Kunto Aji

Hello.id, Jakarta - Album terbaru Kunto Aji "Mantra Mantra" berisi pengalaman pribadi sang penyanyi yang mengajak pendengar untuk merenungkan kesehatan mereka,...

Tiga Hari Tayang, “Aladdin” Raup Rp12,3 Triliun

Hello.id, Jakarta - Pendapatan film "Aladdin" dalam penutupan box office pekan lalu cukup menggembirakan yakni sebesar 86,1 juta dolar atau Rp12,3 triliun...

EXO Komentari Antusiasme Penggemar Hingga Rencana Konser di Indonesia

Hello.id, Jakarta - Boy group EXO yang diwakili tiga personelnya, Suho, Chen dan Kai mengomentari antusiasme para penggemar di Indonesia yang luar...

Mencoba Bunuh Diri, Penyanyi K-Pop Goo Ha-ra Dilarikan ke Rumah Sakit

Hello.id, Jakarta - Penyanyi Korea Selatan Goo Ha-ra, mantan anggota grup K-pop Kara, masuk ke rumah sakit, Minggu (26/5/2019) setelah melakukan upaya...

Hubungi redaksihello.id@gmail.com atau 0878-15557788, jika kegiatan (korporasi atau institusi) Anda ingin diberitakan di media ini.